RSS

GANGGUAN REPRODUKSI HEWAN

02 Jun

Reproduksi adalah proses perkembangbiakan suatu makhluk hidup, dimulai sejak bersatunya sel telur (♀) dengan spermatozoa (♂) menjadi makhluk hidup baru, yang disebut zigot, disusul dengan kebuntingan dan diakhiri dengan kelahiran anak.

Proses reproduksi dimulai setelah hewan pubertas (dewasa kelamin)

- Pada hewan betina ditandai dengan :

ð  Berahi

ð  Kesanggupan menghasilkan sel telur

- Pada hewan jantan ditandai dengan :

ð  Kesanggupan berkopulasi

ð  Menghasilkan spermatozoa

Untuk mempelajari proses reproduksi diperlukan pemahaman ilmu yang lain tentang alat kelamin, antara lain ; fisiologi, anatomi, embriologi, mikrobiologi, endokrinologi dan sebagainya.

Untuk terjadinya proses reproduksi yang normal dipengaruhi oleh beberapa faktor (dari dalam maupun dari luar tubuh), apabila salah satu faktor tidak muncul dapat menyebabkan hambatan proses reproduksi/gangguan reproduksi, sehingga dapat menyebabkan kemajiran pada hewan/ternak.

Kemajiran adalah suatu keadaan yang ditandai proses reproduksi yang tidak berjalan secara normal yang disebabkan oleh satu atau banyak faktor, terjadi pada ternak betina atau jantan.

Setiap ada gangguan reproduksi dapat menyebabkan kemajiran, dan derajatnya tergantung pada banyaknya faktor pengganggu.

Derajat kemajiran :

  1. Derajat ringan   : infertilitas  è kemajiran yang sifatnya sementara atau temporer dan masih bisa diobati, dan bisa bereproduksi kembali secara normal.
  2. Derajat berat     : bersifat tetap atau permanen è yaitu berhentinya proses reproduksi secara penuh, tidak dapat disembuhkan / diobati. Disebabkan oleh gabungan beberapa faktor atau gangguan yang tidak ditanggulangi dalam waktu yang lama.

Daya reproduksi yang tinggi disertai dengan pengelolaan ternak yang baik akan menghasilkan efesiensi reproduksi yang tinggi diikuti dengan produktivitas ternak yang tinggi pula.

Tinggi rendahnya efisiensi reproduksi sekelompok ternak ditentukan oleh 5 faktor :

  1. Angka kebuntingan (conseption rate) ->65-75 %
  2. Jarak antar kelahiran (calving interval) ->12 bulan
  3. Jarak waktu antara melahirkan sampai bunting kembali (service periode) -> 60-90 hari
  4. Angka perkawinan per kebuntingan (service perconception) ->1,65
  5. Angka kelahiran (calving rate) -> 45-65 %

–> Conception rate, calving interval, service periode, service perconception, calving rate.

Setiap induk ternak yang dimiliki oleh peternak mempunyai tiga (3) kemungkinan status reproduksinya ;

  1. Berada pada kondisi kesuburan yang normal
  2. Kondisi kemajiran ringan (infertil)
  3. Kondisi kemajiran yang tetap (steril)

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses reproduksi adalah :

  1. Jarak antar beranak melebihi 400 hari
  2. Jarak antar melahirkan sampai bunting kembali melebihi 120 hari
  3. Angka kebuntingan kurang dari 50 %
  4. Rata-rata jumlah perkawinan per kebuntingan lebih besar dari 2 (dua)
  5. Jumlah induk sapi yang membutuhkan lebih dari 3 kali IB untuk terjadinya kebuntingan melebihi 30 %.

Gangguan reproduksi yang disebbakan oleh berbagai faktor pada ternak dapat dibagi menjadi 6 kelompok :

  1. Kelompok ternak yang menderita gangguan hormon (hormon reproduksi)

è CL persisten, kista ovarium, hipofungsi ovarium.

  1. Kelompok ternak yang memperoleh pengelolaan yang kurang baik
  2. Kelompok ternak yang mengalamimenderita penyakit pada alat kelamin -> (baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, protozoa, jamur maupun mikoplasma).
  3. Ternak yang mengalami kelainan anatomi pada alat kelamin yang bersifat genetik -> hipoplasia ovarium, hipoplasia uterus, kista pada lantai vagina, hymen persisten, freemartin.
  4. Ternak yang menderita kelainan patologi pada alat kelamin -> endometritis, mucometra, maserasi foetus, abses, perimetritis, piometra, retensio secundinarum, tumor servix.
  5. Ternak yang dipengaruhi oleh lingkungan yang kurang baik.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 2, 2012 in Vet Info

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 174 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: